Langsung ke konten utama

ANTUSIASME WARGA KOREA SELATAN BELAJAR GAMELAN

Selamat sore teman-teman,. 
Tahukah teman-teman tentang beragam alat gamelan.
Iya.. sepatutnya kita bisa bangga dan ikut melestarikan kebudayaan kita sendiri sebab gamelan tidak hanya terkenal di masyarakat kita tetapi sudah mencakup masyarakat internasional. Wahhhhh wonderful!! Nah berbagai festival maupun acara-acara yang ada diluar negeri pun menampilkan kebudayaan kita tidak hanya alat musik gamelan tetapi lengkap dengan personel wayangnya. Sungguh luar biasa perjuangan mereka memperkenalkan gamelan pada masyarakat dunia.
 
Nah di Korea Selatan ini teman-teman kita yang berada disana diambil dari kumparan.com, mereka menyelenggarakan kelas untuk belajar gamelan bagi orang Korea dan beruntungnya mendapat respon yang positif.
Kelas Gamelan bagi Warga KoreaKelas Gamelan bagi Warga Korea (Foto: M Aji Surya)
Antusiasme warga Korea Selatan untuk belajar menabuh gamelan Jawa tak terbendung. Kelas yang disediakan bahkan sempat tidak muat.
 
Pembukaan kelas gamelan Jawa di halaman KBRI Seoul, Minggu (17/09) untuk warga negeri kimchi tersebut berlangsung meriah. Selain dihadiri oleh puluhan calon peserta kelas gamelan, juga hadir para Indonesianis dan alumnus penerima beasiswa Darmasiswa serta seni budaya.
 
Acara di Minggu sore tersebut dimeriahkan oleh group gamelan dan tari Laras Garis asuhan Ki Sugiharto yang telah lebih dahulu berdiri. Selain itu, ada juga kelompok Reog Singo Mudho Korea yang dimotori oleh para pekerja Indonesia di Korea Selatan.

Kelas Gamelan bagi Warga KoreaKelas Gamelan bagi Warga Korea (Foto: M Aji Surya)
Dalam sambutannya, Dubes RI untuk Korsel, Umar Hadi, menerangkan, filosofi dari gamelan yang merupakan esensi dari kehidupan yang harmonis. Menurutnya, irama musik gamelan yang bersahutan dengan teratur merupakan sebuah cita-cita kehidupan manusia, yakni saling mengisi dan bersinergi.

"Gamelan yang dimainkan oleh orang asing juga merupakan sebuah fenomena pertemuan budaya. Saya berharap, gamelan juga bisa memperkaya budaya dunia," ujarnya.
 
Kursus gamelan Jawa bagi warga Korsel angkatan pertama, awalnya hanya dibuka untuk satu kelas saja. Namun karena yang mendaftar mencapai 39 warga Korea, maka dibuat dua kelas sekaligus. Mereka akan berlatih setiap hari Sabtu di KBRI Seoul dibawah asuhan Ki Sugiharto.

Kelas Gamelan bagi Warga KoreaKelas Gamelan bagi Warga Korea (Foto: M Aji Surya)
Dua bulan lalu, Group Laras Garis yang terdiri dari warga Indonesia dan Korea Selatan telah mampu mengoptimalkan gamelan Jawa yang ada di KBRI. Group Inilah yang kemudian mematik banyak warga Korsel untuk belajar gamelan.
 
Di masa datang, KBRI Seoul ingin menyelenggarakan festival gamelan di Korsel. Terdapat beberapa universitas dan kelompok masyarakat Indonesia yang memiliki gamelan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENAL BNI CABANG SEOUL, BANK INDONESIA PERTAMA DI KOREA SELATAN

Selamat pagi, selamat berakhir pekan bersama keluarga dan sanak family. Berita yang menyenangkan untuk teman-teman TKI karena tidak banyak yang tahu jika Bank Negara Indonesia (BNI) memiliki beberapa cabang di luar negeri, salah satunya Korea Selatan. Apalagi, BNI merupakan bank Indonesia satu-satunya yang membuka cabang di Seoul.   ( kumparan.com ) berkesempatan mengunjungi kantor BNI cabang Seoul di Wise Building, Namdaemun. Kantor yang terletak di lantai 8 ini cukup mudah ditemui. Papan tulisan 인도네시아 느가라 은행 (nama BNI dalam bahasa Korea) beserta dengan logo khasnya terpampang jelas.   General Manager BNI Seoul, Andi Aryadi, menerima kumparan dengan ramah. Ia pun bercerita panjang lebar bagaimana awalnya BNI cabang Seoul dapat dibuka, layanan yang mereka berikan kepada masyarakat Indonesia di Seoul, serta program-program yang khusus BNI berikan kepada para TKI di sana. Ada satu program menarik dari BNI cabang Seoul untuk para TKI di Korea Selatan, yaitu ...

PENGALAMAN TEMAN-TEMAN TKI DI KOREA SELATAN

Owraitt... Selamat menyore ya guys. Kali ini kita membahas yang lebih berbeda bukan makanannya ataupun budayanya tetapi menyuplik dari pengalaman teman-teman TKI di Korea Selatan, emmm sebut mereka pahlawan devisa. Tentunya kita ingin mengetahui banyak dari mereka, bagaimana keadaaan disana, bagaimana mereka memperlakukan tenaga kerja Indonesia. Kabar berita dari Viva bahwa banyak WNI yang bekerja di Korea Selatan enggan pulang. Banyak alasan yang membuat mereka enggan pulang, salah satu yang paling sering disampaikan adalah karena khawatir hidupnya tak akan senyaman di Korea. Apalagi saat ini dengan jumlah pelamar kerja dengan tujuan Korea mengalami peningkatan. Jika sebelumnya pelamar adalah mereka yang berpendidikan setingkat SMA, beberapa waktu terakhir sudah ada pelamar setingkat Sarjana bahkan Magister. Ommo ommo begitu besar mereka menghargai pekerja asing jadi banyak berebut kerja di Negeri Ginseng.. Di ambil dari  Kompas , Senyum merekah terlihat pada wajah en...