Langsung ke konten utama

Ini Syarat Bebas Visa bagi Penikmat Olimpiade Pyeongchang 2018


Selamat pagi, maaf atas keterlambatan postingan dari kami. langsung kami sajikan berita baru yang kami ambil dari www.kemlu.com. Kabar gembira bagi WNI yang ingin melancong dan menyaksikan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korsel.  Pemerintah Korsel memberikan kemudahan Bebas Visa Sementara bagi WNI. Catat, bebas Visa ini berlaku mulai tanggal 22 Januari  hingga 30 April 2018.

Untuk itu, pemohon harus mendaftar secara berkelompok dengan jumlah minimal 5 (lima) orang melalui 14 Travel Agent yang ditunjuk oleh Kedubes Korea di Jakarta. Mereka yakni Panorama Tours,  K.I.A Tours, Aviatour, Shilla Tours, Dwidaya Tour & Travel, Obaja Tour & Travel, Bayu Buana Tour, Lucky Tours, Antatour, Redcap Indonesia, First Orion Holiday, Golden Rama, Allways Tour, dan Astrindo Tour.

Adapun rute yang ditentukan adalah via Bandara Incheon di Seoul, lalu melanjutkan penerbangan ke Bandara Internasional Yangyang.  Penumpang tidak boleh keluar dari Bandara Incheon. Mereka akan diperiksa melalui bukti reservasi tiket penerbangan transit dan keimigrasian di Bandara Yangyang.  

KBRI Seoul menghimbau agar WNI yang ingin memanfaatkan fasilitas ini dapat memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku serta senantiasa berhati-hati untuk tidak tertipu calo-calo yang tidak bertanggung jawab.

“Untuk bisa mendapatkan bebas visa, silakan bertanya langsung ke Kedubes Korsel di Jakarta. Kewenangan ada di mereka,” ujar Koordinator Fungsi Konsuler KBRI Seoul, Fuad Andriansyah.

Selain itu,  KBRI juga  menghimbau fasilitas ini dapat dimanfaatkan semata-mata untuk melancong bukan untuk tujuan bekerja atau tinggal di luar batas waktu yang sudah ditentukan. Pengawasan otoritas Korsel diperkirakan sangat ketat. 

Deportasi akan menjadi ancaman jika kedatangan WNI ke Korea Selatan jika tidak sesuai dengan syarat dan ketentuannya. Diingatkan juga bagi yang pernah overstay di Korsel untuk tidak perlu mencoba menggunakan fasilitas Bebas Visa ini.
Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENAL BNI CABANG SEOUL, BANK INDONESIA PERTAMA DI KOREA SELATAN

Selamat pagi, selamat berakhir pekan bersama keluarga dan sanak family. Berita yang menyenangkan untuk teman-teman TKI karena tidak banyak yang tahu jika Bank Negara Indonesia (BNI) memiliki beberapa cabang di luar negeri, salah satunya Korea Selatan. Apalagi, BNI merupakan bank Indonesia satu-satunya yang membuka cabang di Seoul.   ( kumparan.com ) berkesempatan mengunjungi kantor BNI cabang Seoul di Wise Building, Namdaemun. Kantor yang terletak di lantai 8 ini cukup mudah ditemui. Papan tulisan 인도네시아 느가라 은행 (nama BNI dalam bahasa Korea) beserta dengan logo khasnya terpampang jelas.   General Manager BNI Seoul, Andi Aryadi, menerima kumparan dengan ramah. Ia pun bercerita panjang lebar bagaimana awalnya BNI cabang Seoul dapat dibuka, layanan yang mereka berikan kepada masyarakat Indonesia di Seoul, serta program-program yang khusus BNI berikan kepada para TKI di sana. Ada satu program menarik dari BNI cabang Seoul untuk para TKI di Korea Selatan, yaitu ...

CARA MEMANTAU PERKEMBANGAN PEMBERANGKATAN KE KOREA

Dari ulasan yang saya dapat di  calontkikorea akhir-akhir ini banyak sekali slc turun, akhir tahun kemarin beberapa orang dapat slc, sudah PAP tetapi belum juga berangkat terbang ke Korea. Karena sudah 3 bulan lebih belum dapat panggilan terbang dari pihak bnp2tki serta tidak ada kejelasan dari sana, seakan-akan ngambang gitu saja, padahal uang sudah keluar utnuk biaya PAP tersebut. Lalu setelah mencari informasi sana-sini ada informasi cara memantau perkembangan pemberangkatan tki ke Korea lewat situs korea http://eps.go.kr/ disitus itu kita bisa tahu perkembangan bagi calon tki yang sudah lulus tes EPS klt mulai dari data-data kelulusan, sending, slc, ccvi, dan jadwal masuk ke Korea semua lengkap. Caranya gampang tinggal masuk aja ke http://eps.go.kr/ (browsernya pakai internet explorer gan, karena kemarin memakai browser lain tidak bisa!) Kalau sudah masuk maka tampil seperti gambar di atas, lalu klik yang sudah di lingkari merah (mother tongue service) terus pil...

Dubes RI Seoul: Selamatkan Kesempatan Kerja di Korea selatan

Selamat pagi, minggu kedua di 2018. Semoga terus ada perbaikan untuk diri kita menuju masa yang akan datang. Sebuah alasan agar semangat terus berkobar adalah cita-cita dan impian. Artikel yang di ambil dari  news.detik.com . Seoul, Januari 2017 ini akan menjadi bulan terakhir bagi John A Prasetio menjabat sebagai Dubes RI untuk Korea Selatan (Korsel). Setelah 4 tahun berada di sana, pria kelahiran Semarang ini fasih menuturkan kepada detikcom tentang tenaga kerja Indonesia (TKI) hingga perkembangan kerjasama ekonomi RI-Korsel. Mengenai TKI, John mengatakan tak ada TKI seberuntung di Korsel. TKI tak dinilai lebih rendah dari tenaga kerja lokal sehingga mendapatkan upah minimum regional (UMR) di sana, hingga fasilitas lain dan bisa menabung. "Gaji mereka pada tingkatan "UMR" setempat atau kisaran Rp 14,5 juta per-bulan. Kalau ditambah lembur mereka bisa mengantongi hingga Rp 30 juta. Dari situ berdasarkan survei kita, rata-rata bisa menabung sekitar Rp ...