Langsung ke konten utama

BUDAYA KOREA PART 3

Ketika makan dengan Orang Korea

Halloww semua, selamat sore..
A Chan! menyambung budaya Korea yang lalu ya.. kali ini cuplikan dari budaya Korea part 3..  langsung saja yuck..

Jika Anda sudah pernah keluar untuk makan dengan orang Korea, anda tahu bahwa orang Korea tidak terbiasa membagi dua tagihan setelah makan. Hari ini, saya akan menerangkan anda budaya Korea yang lain. Jika anda ingin tahu bagaimana orang Korea merayakan ulang tahun mereka, anda mungkin pergi ke pesta ulang tahun orang Korea.
Ketika makan dengan orang Korea, bagaimana anda memutuskan siapa yang membayar?
budaya Korea kali ini menerangkan tentang ketika kita makan dengan orang Korea, bagaimana anda memutuskan siapa yang membayar?
Siapa yang membayar?
Orang Korea memandang praktek masing-masing membayar secara terpisah untuk makan bersama adalah memberatkan. Orang Korea tahu apabila dia membayar tagihan saat ini, orang lain akan membayar di waktu berikutnya. Ini bukan berarti bahwa waktu berikutnya telah direncanakan terlebih dahulu, tetapi jika ada kesempatan lagi (makan bersama), orang lain akan membalas budi dengan membayarnya sebagai sebuah Budaya Korea.
Namun Budaya Korea ini, ada kalanya aturan tak tertulis ini tidak berlaku. Ketika dua orang status yang tidak sama (seorang mahasiswa yang lebih tua dan seorang mahasiswa muda, rekan kerja senior dan junior,
teman-teman dari berbagai usia, misalnya) makan bersama-sama, yang lebih tua biasanya membayar untuk yang lebih muda. Karena orang-orang Korea berpikir bahwa orangtua harus memperlakukan orang-orang muda, yang lebih tua tidak akan mengharapkan kebaikan yang akan dikembalikan pada suatu saat ketika mereka makan bersama-sama.
Orang Korea yang lebih tua akan menerima perlakuan yang baik sama seperti orang tua sendiri, dan memberikan kebaikan kepada generasi muda dalam budaya Korea. Jadi orang yang lebih muda atau kurang senior yang mendapat makanan gratis untuk saat ini, tapi tahu dia (orang Korea yang lebih tua) akan diperlakukan seseorang yang lebih muda atau kurang senior darinya di suatu tempat.
Dalam budaya Korea ini, ketika hal-hal yang baik terjadi pada anda juga diharapkan untuk memperlakukan yang lebih tua dengan mentratirnya (membayar makanan ketika makan bersama). Pada hari ulang tahun anda, ketika anda  mendapatkan pekerjaan atau promosi, setelah menikah atau memiliki bayi, seseorang diharapkan untuk berbagi satu kebahagiaan dan keberuntungan yang baik dengan orang-orang di sekitar mereka.
 
Sekian dulu teman-teman, sampai jumpa lagi...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENAL BNI CABANG SEOUL, BANK INDONESIA PERTAMA DI KOREA SELATAN

Selamat pagi, selamat berakhir pekan bersama keluarga dan sanak family. Berita yang menyenangkan untuk teman-teman TKI karena tidak banyak yang tahu jika Bank Negara Indonesia (BNI) memiliki beberapa cabang di luar negeri, salah satunya Korea Selatan. Apalagi, BNI merupakan bank Indonesia satu-satunya yang membuka cabang di Seoul.   ( kumparan.com ) berkesempatan mengunjungi kantor BNI cabang Seoul di Wise Building, Namdaemun. Kantor yang terletak di lantai 8 ini cukup mudah ditemui. Papan tulisan 인도네시아 느가라 은행 (nama BNI dalam bahasa Korea) beserta dengan logo khasnya terpampang jelas.   General Manager BNI Seoul, Andi Aryadi, menerima kumparan dengan ramah. Ia pun bercerita panjang lebar bagaimana awalnya BNI cabang Seoul dapat dibuka, layanan yang mereka berikan kepada masyarakat Indonesia di Seoul, serta program-program yang khusus BNI berikan kepada para TKI di sana. Ada satu program menarik dari BNI cabang Seoul untuk para TKI di Korea Selatan, yaitu ...

ANTUSIASME WARGA KOREA SELATAN BELAJAR GAMELAN

Selamat sore teman-teman,.  Tahukah teman-teman tentang beragam alat gamelan. Iya.. sepatutnya kita bisa bangga dan ikut melestarikan kebudayaan kita sendiri sebab gamelan tidak hanya terkenal di masyarakat kita tetapi sudah mencakup masyarakat internasional. Wahhhhh wonderful!! Nah berbagai festival maupun acara-acara yang ada diluar negeri pun menampilkan kebudayaan kita tidak hanya alat musik gamelan tetapi lengkap dengan personel wayangnya. Sungguh luar biasa perjuangan mereka memperkenalkan gamelan pada masyarakat dunia.   Nah di Korea Selatan ini teman-teman kita yang berada disana diambil dari kumparan.com , mereka menyelenggarakan kelas untuk belajar gamelan bagi orang Korea dan beruntungnya mendapat respon yang positif. Kelas Gamelan bagi Warga Korea (Foto: M Aji Surya) Antusiasme warga Korea Selatan untuk belajar menabuh gamelan Jawa tak terbendung. Kelas yang disediakan bahkan sempat tidak muat.   Pembukaan kelas gamelan Jawa di halam...

PENGALAMAN TEMAN-TEMAN TKI DI KOREA SELATAN

Owraitt... Selamat menyore ya guys. Kali ini kita membahas yang lebih berbeda bukan makanannya ataupun budayanya tetapi menyuplik dari pengalaman teman-teman TKI di Korea Selatan, emmm sebut mereka pahlawan devisa. Tentunya kita ingin mengetahui banyak dari mereka, bagaimana keadaaan disana, bagaimana mereka memperlakukan tenaga kerja Indonesia. Kabar berita dari Viva bahwa banyak WNI yang bekerja di Korea Selatan enggan pulang. Banyak alasan yang membuat mereka enggan pulang, salah satu yang paling sering disampaikan adalah karena khawatir hidupnya tak akan senyaman di Korea. Apalagi saat ini dengan jumlah pelamar kerja dengan tujuan Korea mengalami peningkatan. Jika sebelumnya pelamar adalah mereka yang berpendidikan setingkat SMA, beberapa waktu terakhir sudah ada pelamar setingkat Sarjana bahkan Magister. Ommo ommo begitu besar mereka menghargai pekerja asing jadi banyak berebut kerja di Negeri Ginseng.. Di ambil dari  Kompas , Senyum merekah terlihat pada wajah en...