Langsung ke konten utama

INFORMASI KERJA DI KOREA

HAHAHALLLOO..... Annyeonghaseyo. 
Apakah Anda ingin sekali kerja di Korea Selatan? Apakah anda ingin mendapat gaji besar untuk membahagiakan keluarga anda? Yaa..... Korea Selatan adalah salah satu tujuan utama bagi para calon Tenaga Kerja Indonesia dan menjadi tempat favorit teman semua. Caranya gimana? 

  • Peserta mengikuti kursus / pelatihan Bahasa Korea untuk yang masih Dasar terlebih dahulu guna mematangkan ilmu-ilmu membaca, menulis, mendengarkan serta tata bahasanya supaya punya kesiapan untuk persiapan Tes EPS-TOPIK / KLPT. 
  • Peserta mengikuti seleksi / tes KLPT. Tes ini dilaksanakan tiap setahun sekali / bisa setengah tahun sekali tergantung kebutuhan tenaga kerja di Korea. 
  • Bila peserta lolos tes KLPT, peserta akan menerima sertifikat KLPT dari HRD Korea, pengambilan sertifikat dilaksanakan di BP2TKI Provinsi tempat tes dilaksanakan. 
  • Peserta melakukan medical check up, dan membuat paspor bagi yang belum punya paspor. 
  • Sertifikat KLPT, paspor dan hasil medical check up serta dokumen lainnya dikirim via pos ke BNP2TKI Jakarta. 
  • Setelah data dikirim, data peserta akan dikirim ke Korea (Sending Data) oleh pihak BNP2TKI. Proses sending data paling cepat 1 bulan sejak data dikirim ke BNP2TKI. 
  • Setelah proses Sending Data, peserta bisa menunggu di rumah untuk turunnya SLC ( kontrak kerja dari perusahaan ) dari HRD Korea. Bila SLC telah turun, peserta mengikuti pre eliminary training di Jakarta selama 1 minggu. Pada saat prelim. 
  • Setelah pre eliminary, peserta tinggal menunggu jadwal terbang. Paling lambat 2 bulan sejak pre eliminary.
Kita tahu bahwa sistem kerja di Indonesia, terutama mereka yang bekerja di pabrik / bidang manufactur saat ini lebih mengacu pada sistem kontrak, yang mana pekerja setiap tahun harus memperpanjang kontrak kerja mereka tanpa kepastian diangkat sebagai karyawan tetap. Kalau memang sama-sama kontrak kerja, kenapa tidak memilih bekerja di Korea dengan sistem kontrak kerja selama 5 tahun.  Gaji yang diterima jelas lebih besar, sekaligus kita punya pengalaman bekerja di luar negeri.                 

Gaji yang diterima bila telah bekerja di Korea antara 9 juta s.d 18 juta rupiah / bulan. Peserta juga mendapat perlindungan asuransi dan perusahaan menanggung biaya asrama dan makan.

Demikian kira-kira sekilas proses kerja ke Korea lewat Program G to G.
 


Persyaratan mengikuti tes KLPT :
  • Pria / Wanita , tinggi badan minimal 150 cm 
  • Berumur 18 th - 39 th ( pada saat pendaftaran ) 
  • Lulusan SMP/SMA/D3/S1 segala jurusan, 
  • WNI dari seluruh Indonesia

Karena materi seleksi adalah tes bahasa Korea, maka calon peserta seleksi HARUS MENGUASAI materi tes tersebut. Berdasarkan pengalaman, butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa menguasai materi test tersebut sesuai info dari centralingua. Karena memang ada kriteria yang berat agar peserta lolos tes KLPT. Soal / materi tes KLPT ada 2 jenis, yaitu tes Reading ( 25 soal ) dan tes Listening (25 soal). 
Peserta tes dinyatakan lolos seleksi dengan kriteria sebagai berikut :
  1. Mencapai nilai minimal 80 % bila peserta memilih bidang manufacture. Soal yang benar minimal 45 soal dari 50 soal
  2. Mencapai nilai minimal 65% bila peserta memilih bidang konstruksi. Soal yang benar minimal 33 soal dari 50 soal
  3. Mencapai nilai minimal 60% bila peserta memilih bidang perikanan / pertanian. Soal yang benar minimal 30 soal dari 50 soal
Karena beratnya materi tes KLPT dan tes dilaksanakan minimal 6 bulan sekali, peserta perlu mempersiapkan diri dengan belajar bahasa Korea secara intensif. Rata-rata mereka yang gagal seleksi adalah yang kurang persiapan belajar bahasa Korea.

Nah daftarkan diri anda beramai-ramai dengan teman-teman anda belajar bahasa Korea di Pusat Bahasa dan Budaya Korea SEOUL di Perumahan ALam Citra Blok E6 Jl. Parangtritis Km. 7 Bantul.
Ketika  kalian bersungguh-sungguh pasti akan di beri kemudahan untuk mewujudkannya.πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENAL BNI CABANG SEOUL, BANK INDONESIA PERTAMA DI KOREA SELATAN

Selamat pagi, selamat berakhir pekan bersama keluarga dan sanak family. Berita yang menyenangkan untuk teman-teman TKI karena tidak banyak yang tahu jika Bank Negara Indonesia (BNI) memiliki beberapa cabang di luar negeri, salah satunya Korea Selatan. Apalagi, BNI merupakan bank Indonesia satu-satunya yang membuka cabang di Seoul.   ( kumparan.com ) berkesempatan mengunjungi kantor BNI cabang Seoul di Wise Building, Namdaemun. Kantor yang terletak di lantai 8 ini cukup mudah ditemui. Papan tulisan μΈλ„λ„€μ‹œμ•„ λŠκ°€λΌ 은행 (nama BNI dalam bahasa Korea) beserta dengan logo khasnya terpampang jelas.   General Manager BNI Seoul, Andi Aryadi, menerima kumparan dengan ramah. Ia pun bercerita panjang lebar bagaimana awalnya BNI cabang Seoul dapat dibuka, layanan yang mereka berikan kepada masyarakat Indonesia di Seoul, serta program-program yang khusus BNI berikan kepada para TKI di sana. Ada satu program menarik dari BNI cabang Seoul untuk para TKI di Korea Selatan, yaitu ...

ANTUSIASME WARGA KOREA SELATAN BELAJAR GAMELAN

Selamat sore teman-teman,.  Tahukah teman-teman tentang beragam alat gamelan. Iya.. sepatutnya kita bisa bangga dan ikut melestarikan kebudayaan kita sendiri sebab gamelan tidak hanya terkenal di masyarakat kita tetapi sudah mencakup masyarakat internasional. Wahhhhh wonderful!! Nah berbagai festival maupun acara-acara yang ada diluar negeri pun menampilkan kebudayaan kita tidak hanya alat musik gamelan tetapi lengkap dengan personel wayangnya. Sungguh luar biasa perjuangan mereka memperkenalkan gamelan pada masyarakat dunia.   Nah di Korea Selatan ini teman-teman kita yang berada disana diambil dari kumparan.com , mereka menyelenggarakan kelas untuk belajar gamelan bagi orang Korea dan beruntungnya mendapat respon yang positif. Kelas Gamelan bagi Warga Korea (Foto: M Aji Surya) Antusiasme warga Korea Selatan untuk belajar menabuh gamelan Jawa tak terbendung. Kelas yang disediakan bahkan sempat tidak muat.   Pembukaan kelas gamelan Jawa di halam...

PENGALAMAN TEMAN-TEMAN TKI DI KOREA SELATAN

Owraitt... Selamat menyore ya guys. Kali ini kita membahas yang lebih berbeda bukan makanannya ataupun budayanya tetapi menyuplik dari pengalaman teman-teman TKI di Korea Selatan, emmm sebut mereka pahlawan devisa. Tentunya kita ingin mengetahui banyak dari mereka, bagaimana keadaaan disana, bagaimana mereka memperlakukan tenaga kerja Indonesia. Kabar berita dari Viva bahwa banyak WNI yang bekerja di Korea Selatan enggan pulang. Banyak alasan yang membuat mereka enggan pulang, salah satu yang paling sering disampaikan adalah karena khawatir hidupnya tak akan senyaman di Korea. Apalagi saat ini dengan jumlah pelamar kerja dengan tujuan Korea mengalami peningkatan. Jika sebelumnya pelamar adalah mereka yang berpendidikan setingkat SMA, beberapa waktu terakhir sudah ada pelamar setingkat Sarjana bahkan Magister. Ommo ommo begitu besar mereka menghargai pekerja asing jadi banyak berebut kerja di Negeri Ginseng.. Di ambil dari  Kompas , Senyum merekah terlihat pada wajah en...