Langsung ke konten utama

Korean's Kimchi Homemade Ulalaa



Panas-panas iyaaa auranya mahh ngantuk.. hohoho.... Ops tidak boleh!! Harus semangat kerja pokoknya. Wahhahaa mendung begini jadi teringat dengan cucian yang nunggu nangis2 minta di ambil karena tidak mau kena hujan. Ahahaha.. sudahlah!

Jadi teringat saat ada acara masak memasak,,.. ehh padahal setiap hari juga masak lha yaa. Tapi yang ini ni beda masaknya ala-ala begitu. Kimchi!!! Tahu kimchi kan ^^ aduh kalau ndak tahu ommo ommo kasihan. Kalau yang penggemar drama Korea pasti tidak asing mendengar kimchi.

Well, sembari merasakan mendung syahdu saya share resep untuk memasak Kimchi. Here we go!

Bahan – bahannya tuluung dicermati yaakkk…
Bahan Kimchi:
·           1 buah sawi putih
·           3 wortel, dipotong korek api / iris tipis
·           1 buah lobak, dipotong korek api / iris tipis
·           4 batang daun bawang, dipotong korek api / iris tipis
·           Garam kurang lebih 250gr


Bahan Pasta :
·           65 gram tepung beras
·           750 ml air
·           300 gram cabai bubuk korea (bisa diganti dengan cabai bubuk lokal)
·           250 ml kecap ikan (jika suka)
·           125 gram gula pasir
·           2 sendok makan bawang putih
·           ½ buah bawang Bombay, iris tipis
·           1 sendok makan jahe dicincang / diparut

Cara membuat pasta:
·           Siapkan panci (wajan juga boleh), kemudian masukkan tepung beras dan juga air.
·           Aduk-aduk hingga larut dan mengental. Setelah muncul letupan, matikan kompor.
·           Masukan gula pasir dan aduk hingga bercampur.
·           Diamkan bubur tepung hingga mendingin.
·           Setelah dingin, masukan bubur tepung tersebut ke wadah (baskom hhehe).
·         Tambahkan dengan bubuk cabai, kecap ikan, jahe, bawang putih dan juga bawang bombay, aduk hingga merata.
·           Masukkan daun bawang, lobak dan juga wortel, aduk hingga merata.
 


Cara membuat kimchi:
·          Cuci sawi hingga bersih dengan air yang mengalir, cuci hingga menyeluruh.
·         Sawi bisa dipotong menjadi dua bagian, dipotong kotak-kotak atau dibiarkan utuh tergantung selera suka suka hati pemirsaahhh.
·      Baluri sawi tersebut dengan garam helai demi helai hingga kebagian batangnya. Pastikan semua bagian terkena garam.
·         Pindahkan sawi yang telah dibaluri dengan garam kedalam wadah (baskom). Diamkan selama 4 jam atau hingga sawi menjadi layu (menyusut) dan akan terdapat genangan air yang banyak.
·       Kemudian cuci kembali sawi dengan air yang mengalir sampai benar-benar bersih agar tidak ada garam yang tertinggal. Setidaknya dicuci hingga 3 kali.
·           Kemudian tiriskan sawi.
·        Jika pasta sudah selesai dibuat, pakailah sarung tangan plastik atau karet untuk menghindari iritasi saat membumbui sawi dengan bumbu pasta.
·           Ambillah sawi, baluri dengan pasta yang sudah dibuat hingga merata.
·           Setelah selesai, masukkan sawi ke dalam toples atau wadah kedap udara namun jangan diisi sampai penuh karena pada saat proses fermentasi sawi akan mengeluarkan banyak air.
·       Diamkan sawi selama 2 hari di suhu ruangan agar terjadi fermentasi. Namun bisa juga dimakan langsung setelah selesai dibuat.
·           Proses fermentasi berhasil dapat dilihat dari adanya gelembung-gelembung didalam wadah.
Setelah 2 hari kimchi siap disajikan.







 Catatan: Jangan masukan kimchi langsung ke dalam lemari es sebelum proses fermentasi.
Nah jadi kan ndak perlu beli mahal-mahal di restaurant, praktis buat sendiri.. mau belajar membuat Kimchi homemade bersama kami juga bisa, enyyaakkkk dan lebih higienis... πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‡
Besok mimin bagi resep lainnya juga.. ukey ukey..





Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENAL BNI CABANG SEOUL, BANK INDONESIA PERTAMA DI KOREA SELATAN

Selamat pagi, selamat berakhir pekan bersama keluarga dan sanak family. Berita yang menyenangkan untuk teman-teman TKI karena tidak banyak yang tahu jika Bank Negara Indonesia (BNI) memiliki beberapa cabang di luar negeri, salah satunya Korea Selatan. Apalagi, BNI merupakan bank Indonesia satu-satunya yang membuka cabang di Seoul.   ( kumparan.com ) berkesempatan mengunjungi kantor BNI cabang Seoul di Wise Building, Namdaemun. Kantor yang terletak di lantai 8 ini cukup mudah ditemui. Papan tulisan μΈλ„λ„€μ‹œμ•„ λŠκ°€λΌ 은행 (nama BNI dalam bahasa Korea) beserta dengan logo khasnya terpampang jelas.   General Manager BNI Seoul, Andi Aryadi, menerima kumparan dengan ramah. Ia pun bercerita panjang lebar bagaimana awalnya BNI cabang Seoul dapat dibuka, layanan yang mereka berikan kepada masyarakat Indonesia di Seoul, serta program-program yang khusus BNI berikan kepada para TKI di sana. Ada satu program menarik dari BNI cabang Seoul untuk para TKI di Korea Selatan, yaitu ...

CARA MEMANTAU PERKEMBANGAN PEMBERANGKATAN KE KOREA

Dari ulasan yang saya dapat di  calontkikorea akhir-akhir ini banyak sekali slc turun, akhir tahun kemarin beberapa orang dapat slc, sudah PAP tetapi belum juga berangkat terbang ke Korea. Karena sudah 3 bulan lebih belum dapat panggilan terbang dari pihak bnp2tki serta tidak ada kejelasan dari sana, seakan-akan ngambang gitu saja, padahal uang sudah keluar utnuk biaya PAP tersebut. Lalu setelah mencari informasi sana-sini ada informasi cara memantau perkembangan pemberangkatan tki ke Korea lewat situs korea http://eps.go.kr/ disitus itu kita bisa tahu perkembangan bagi calon tki yang sudah lulus tes EPS klt mulai dari data-data kelulusan, sending, slc, ccvi, dan jadwal masuk ke Korea semua lengkap. Caranya gampang tinggal masuk aja ke http://eps.go.kr/ (browsernya pakai internet explorer gan, karena kemarin memakai browser lain tidak bisa!) Kalau sudah masuk maka tampil seperti gambar di atas, lalu klik yang sudah di lingkari merah (mother tongue service) terus pil...

Dubes RI Seoul: Selamatkan Kesempatan Kerja di Korea selatan

Selamat pagi, minggu kedua di 2018. Semoga terus ada perbaikan untuk diri kita menuju masa yang akan datang. Sebuah alasan agar semangat terus berkobar adalah cita-cita dan impian. Artikel yang di ambil dari  news.detik.com . Seoul, Januari 2017 ini akan menjadi bulan terakhir bagi John A Prasetio menjabat sebagai Dubes RI untuk Korea Selatan (Korsel). Setelah 4 tahun berada di sana, pria kelahiran Semarang ini fasih menuturkan kepada detikcom tentang tenaga kerja Indonesia (TKI) hingga perkembangan kerjasama ekonomi RI-Korsel. Mengenai TKI, John mengatakan tak ada TKI seberuntung di Korsel. TKI tak dinilai lebih rendah dari tenaga kerja lokal sehingga mendapatkan upah minimum regional (UMR) di sana, hingga fasilitas lain dan bisa menabung. "Gaji mereka pada tingkatan "UMR" setempat atau kisaran Rp 14,5 juta per-bulan. Kalau ditambah lembur mereka bisa mengantongi hingga Rp 30 juta. Dari situ berdasarkan survei kita, rata-rata bisa menabung sekitar Rp ...