Langsung ke konten utama

PERLINDUNGAN WNI MENUJU SERAGAM

Selamat pagi, semoga hari Selasa ini tetap menjadi hari baik yang selalu diharap-harapkan. Artikel ini di ambil dari KBRI.KR. Berbagai macam informasi teraktual selalu kami usahakan, seputar teman-teman TKKI di negeri Ginseng. Semoga memberi banyak manfaat kepada para pembaca sekalian. :)

Perlindungan WNI di luar negeri merupakan keniscayaan. Yang menjadi isu saat ini adalah standarisasi di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang beragam.

Dirjen Protokol dan Konsuler, Andri Hadi, menegaskan bahwa Kemlu beserta seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri sedang mengusahakan penyeragaman model perlindungan. Nantinya, formulir hingga aplikasi perlindungan akan sama.
"Dalam acara ini, kita bahas soal penyeragaman. Bagi yang ingin punya aplikasi perlindungan, tahan dulu. Lihat dulu aplikasi yang sudah maju seperti milik Seoul, Singapura dan perwakilan lain," ujarnya.

Demikianlah inti dari Bimbingan Teknis Peningkatan Pelayanan Publik dan Perlindungan WNI yang dibuka 4 Agustus 2017 di Seoul, Korsel. Hadir dalam kesempatan tersebut, Dubes RI Umar Hadi, Direktur Konsuler Didik Eko serta pejabat dari Imigrasi, Kemenag, dan lainnya.

Lebih lanjut dikatakan, bagi perwakilan yang sudah punya aplikasi maka diharapkan menyelaraskan pattern arahan Pusat. Bagi yang belum punya, agar tidak mengembangkan aplikasi sendiri melainkan memanfaatkan portal pelayanan yang sedang dikembangkan Kemlu.

"Penyeragaman dan standarisasi pelayanan memerlukan komitmen pusat dan semua perwakilan dengan tujuan menjamin mutu pelayananan, kepastian hukum dan kemudahan bagi masyarakat," ujarnya.

Sejalan dengan itu, Dubes Umar Hadi menyatakan bahwa pasca tahun 2002, pelayanan bagi WNI sudah merupakan keharusan yang tidak butuh diskusi lagi. Untuk itulah, diperlukan revolusi mental bagi seluruh diplomat Indonesia.

"Apakah saat ini sudah baik? Mari kita merenung sejenak, zooming out, mengaca diri. Apakah dalam perlindungan sudah efisien dan tepat sasaran," katanya.

Dalam bimbingan teknis tersebut, akan dibahas juga tentang penerapan sistem informasi manajemen keimigrasian (SIMKIM), pencatatan kependudukan dan pernikahan WNI di luar negeri. Bimtek dilaksanakan selama dua hari dan diikuti 28 perwakilan RI di wilayah Asia.

Sampai bertemu di artikel selanjutnya. πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ™‡

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENAL BNI CABANG SEOUL, BANK INDONESIA PERTAMA DI KOREA SELATAN

Selamat pagi, selamat berakhir pekan bersama keluarga dan sanak family. Berita yang menyenangkan untuk teman-teman TKI karena tidak banyak yang tahu jika Bank Negara Indonesia (BNI) memiliki beberapa cabang di luar negeri, salah satunya Korea Selatan. Apalagi, BNI merupakan bank Indonesia satu-satunya yang membuka cabang di Seoul.   ( kumparan.com ) berkesempatan mengunjungi kantor BNI cabang Seoul di Wise Building, Namdaemun. Kantor yang terletak di lantai 8 ini cukup mudah ditemui. Papan tulisan μΈλ„λ„€μ‹œμ•„ λŠκ°€λΌ 은행 (nama BNI dalam bahasa Korea) beserta dengan logo khasnya terpampang jelas.   General Manager BNI Seoul, Andi Aryadi, menerima kumparan dengan ramah. Ia pun bercerita panjang lebar bagaimana awalnya BNI cabang Seoul dapat dibuka, layanan yang mereka berikan kepada masyarakat Indonesia di Seoul, serta program-program yang khusus BNI berikan kepada para TKI di sana. Ada satu program menarik dari BNI cabang Seoul untuk para TKI di Korea Selatan, yaitu ...

ANTUSIASME WARGA KOREA SELATAN BELAJAR GAMELAN

Selamat sore teman-teman,.  Tahukah teman-teman tentang beragam alat gamelan. Iya.. sepatutnya kita bisa bangga dan ikut melestarikan kebudayaan kita sendiri sebab gamelan tidak hanya terkenal di masyarakat kita tetapi sudah mencakup masyarakat internasional. Wahhhhh wonderful!! Nah berbagai festival maupun acara-acara yang ada diluar negeri pun menampilkan kebudayaan kita tidak hanya alat musik gamelan tetapi lengkap dengan personel wayangnya. Sungguh luar biasa perjuangan mereka memperkenalkan gamelan pada masyarakat dunia.   Nah di Korea Selatan ini teman-teman kita yang berada disana diambil dari kumparan.com , mereka menyelenggarakan kelas untuk belajar gamelan bagi orang Korea dan beruntungnya mendapat respon yang positif. Kelas Gamelan bagi Warga Korea (Foto: M Aji Surya) Antusiasme warga Korea Selatan untuk belajar menabuh gamelan Jawa tak terbendung. Kelas yang disediakan bahkan sempat tidak muat.   Pembukaan kelas gamelan Jawa di halam...

PENGALAMAN TEMAN-TEMAN TKI DI KOREA SELATAN

Owraitt... Selamat menyore ya guys. Kali ini kita membahas yang lebih berbeda bukan makanannya ataupun budayanya tetapi menyuplik dari pengalaman teman-teman TKI di Korea Selatan, emmm sebut mereka pahlawan devisa. Tentunya kita ingin mengetahui banyak dari mereka, bagaimana keadaaan disana, bagaimana mereka memperlakukan tenaga kerja Indonesia. Kabar berita dari Viva bahwa banyak WNI yang bekerja di Korea Selatan enggan pulang. Banyak alasan yang membuat mereka enggan pulang, salah satu yang paling sering disampaikan adalah karena khawatir hidupnya tak akan senyaman di Korea. Apalagi saat ini dengan jumlah pelamar kerja dengan tujuan Korea mengalami peningkatan. Jika sebelumnya pelamar adalah mereka yang berpendidikan setingkat SMA, beberapa waktu terakhir sudah ada pelamar setingkat Sarjana bahkan Magister. Ommo ommo begitu besar mereka menghargai pekerja asing jadi banyak berebut kerja di Negeri Ginseng.. Di ambil dari  Kompas , Senyum merekah terlihat pada wajah en...