Langsung ke konten utama

5 TREN MUSIM DINGIN DI KOREA SELATAN

Saat ini Korea Selatan bermusim dingin, jika teman-teman berniat berlibur ke negeri Ginseng atau sedang berada disana, boleh nih intip tren musim dingin ala Korea Selatan. Berikut artikel yang di ambil dari kumparan.com merupakan 5 tren populer saat musim dingin kali ini.
Memasuki bulan Desember, masyarakat Korea Selatan kini sedang bertarung dengan menurunnya suhu. Meskipun menghambat aktivitas, musim dingin masih menjadi musim favorit dari beberapa orang Korea.

“Gwidori” Earmuffs

Mendekati pergantian tahun, masyarakat Korea masih harus menghadapi musim dingin dengan suhu yang tidak kira-kira. Apalagi tahun ini, musim dingin datang lebih cepat, turunnya salju pada pertengahan November membuat masyarakat Korea harus beraktivitas dengan suhu dibawah normal.
Menghangatkan tubuh, Korea membutuhkan segala perlengkapan. Salah satunya tidak lain adalah Earmuffs atau dalam bahasa Korea disebut Gwidori. Meskipun bukan hal yang baru lagi, tren di Korea ini menyorot pada anak muda yang menggunakan Gwidori dalam berbagai bentuk. Menjadikan Gwidori bukan hanya sebagai penutup telinga untuk menghangatkan, namun juga menjadikannya sebagai salah satu item fashion.

Mantel Berlapis Panjang

Satu lagi perlengkapan musim dingin yang menjadi tren, hal itu tidak lain merupakan mantel berlapis panjang. Harus bertahan dari suhu dibawah rata-rata musim dingin, masyarakat Korea tentu membutuhkan pakaian yang hangat. Maka mantel berlapis panjang atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Long Padded Coats” menjadi pilihan terbaik.
Pada saat Lotte merilis “Pyeongchang Long Padded Coats” untuk merayakan datangnya Winter Olympic Games di Pyeongchang, mantel berlapis ini langsung saja ludes tak bersisa. Hal ini menandakan kepopuleran jenis mantel satu ini.

Kopi Single Origin
Mungkin masih banyak yang asing dengan sebutan single origin. Dalam dunia kopi, Kopi Single Origin dapat diartikan sebagai kopi yang berasal dari satu produsen atau tempat yang sama. Bagi para pecinta kopi original, kopi ini seringkali menjadi pilihan. 
Sementara itu, kecintaan pemuda-pemudi Korea akan kopi sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Apalagi ditengah musim dingin, sumber kehangatan seperti kopi tentu jadi pilihan menarik. Beberapa waktu terakhir banyak masyarakat Korea yang jatuh cinta dengan Kopi Single Origin.

Makanan Vietnam

Selama beberapa tahun terakhir, Korea rupanya sedang kepincut dengan jenis makanan asal negara asal Asia lainnya. Salah satunya adalah makanan Vietnam. Dikutip dari Korea Daily US, saat musim dingin ini gerai makanan Vietnam banyak terlihat di ibu kota Seoul. Tidak hanya itu, gerai juga dihiasi dengan antrian yang panjang menandakan populernya Pho dan Bun Cha, makanan asal Vietnam ini.

Acara TV dengan Tamu Asing
Meskipun Non-Summit, salah satu program televisi menampilkan orang asing sebagai panelisnya sudah mencapai akhir dari serinya. Rupanya tren mendatangkan tamu asing tidak mampu ditahan lagi. Beberapa nama program hiburan Korea terlihat mengundang tamu asing. Beberapa waktu terakhir chef kenamaan dunia, Gordon Ramsay, baru saja di undang untuk datang ke Korea dan tampil di acara televisi.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENAL BNI CABANG SEOUL, BANK INDONESIA PERTAMA DI KOREA SELATAN

Selamat pagi, selamat berakhir pekan bersama keluarga dan sanak family. Berita yang menyenangkan untuk teman-teman TKI karena tidak banyak yang tahu jika Bank Negara Indonesia (BNI) memiliki beberapa cabang di luar negeri, salah satunya Korea Selatan. Apalagi, BNI merupakan bank Indonesia satu-satunya yang membuka cabang di Seoul.   ( kumparan.com ) berkesempatan mengunjungi kantor BNI cabang Seoul di Wise Building, Namdaemun. Kantor yang terletak di lantai 8 ini cukup mudah ditemui. Papan tulisan 인도네시아 느가라 은행 (nama BNI dalam bahasa Korea) beserta dengan logo khasnya terpampang jelas.   General Manager BNI Seoul, Andi Aryadi, menerima kumparan dengan ramah. Ia pun bercerita panjang lebar bagaimana awalnya BNI cabang Seoul dapat dibuka, layanan yang mereka berikan kepada masyarakat Indonesia di Seoul, serta program-program yang khusus BNI berikan kepada para TKI di sana. Ada satu program menarik dari BNI cabang Seoul untuk para TKI di Korea Selatan, yaitu ...

ANTUSIASME WARGA KOREA SELATAN BELAJAR GAMELAN

Selamat sore teman-teman,.  Tahukah teman-teman tentang beragam alat gamelan. Iya.. sepatutnya kita bisa bangga dan ikut melestarikan kebudayaan kita sendiri sebab gamelan tidak hanya terkenal di masyarakat kita tetapi sudah mencakup masyarakat internasional. Wahhhhh wonderful!! Nah berbagai festival maupun acara-acara yang ada diluar negeri pun menampilkan kebudayaan kita tidak hanya alat musik gamelan tetapi lengkap dengan personel wayangnya. Sungguh luar biasa perjuangan mereka memperkenalkan gamelan pada masyarakat dunia.   Nah di Korea Selatan ini teman-teman kita yang berada disana diambil dari kumparan.com , mereka menyelenggarakan kelas untuk belajar gamelan bagi orang Korea dan beruntungnya mendapat respon yang positif. Kelas Gamelan bagi Warga Korea (Foto: M Aji Surya) Antusiasme warga Korea Selatan untuk belajar menabuh gamelan Jawa tak terbendung. Kelas yang disediakan bahkan sempat tidak muat.   Pembukaan kelas gamelan Jawa di halam...

PENGALAMAN TEMAN-TEMAN TKI DI KOREA SELATAN

Owraitt... Selamat menyore ya guys. Kali ini kita membahas yang lebih berbeda bukan makanannya ataupun budayanya tetapi menyuplik dari pengalaman teman-teman TKI di Korea Selatan, emmm sebut mereka pahlawan devisa. Tentunya kita ingin mengetahui banyak dari mereka, bagaimana keadaaan disana, bagaimana mereka memperlakukan tenaga kerja Indonesia. Kabar berita dari Viva bahwa banyak WNI yang bekerja di Korea Selatan enggan pulang. Banyak alasan yang membuat mereka enggan pulang, salah satu yang paling sering disampaikan adalah karena khawatir hidupnya tak akan senyaman di Korea. Apalagi saat ini dengan jumlah pelamar kerja dengan tujuan Korea mengalami peningkatan. Jika sebelumnya pelamar adalah mereka yang berpendidikan setingkat SMA, beberapa waktu terakhir sudah ada pelamar setingkat Sarjana bahkan Magister. Ommo ommo begitu besar mereka menghargai pekerja asing jadi banyak berebut kerja di Negeri Ginseng.. Di ambil dari  Kompas , Senyum merekah terlihat pada wajah en...