Langsung ke konten utama

MURID SD INTERNASIONAL DI SEOUL KETAGIHAN MAIN GAMELAN


Selamat sore, selamat beraktivas sore. Dari berbagai macam cara kita bisa mengharumkan nama bangsa, salah satunya memperkenalkan budaya kita. Seperti artikel dari kbriseoul.kr yang sukses dengan dibukanya kelas gamelan untuk warga Korea Selatan, kini gamelan mulai di kenal oleh publik Negeri Ginseng tersebut. Terbukti dengan banyaknya permintaan kunjungan ke KBRI dari instansi pendidikan di Korea Selatan khususnya untuk belajar gamelan.
Kent Foreign School adalah salah satu diantara yang telah berkunjung ke KBRI dengan 19 murid dengan jenjang pendidikan kelas 6 Sekolah Dasar (30/11/2017). Mereka berasal dari berbagai negara yaitu Amerika Serikat, China, Uzbekistan, Bangladesh, Sri Lanka, Indonesia, Angola, Pakistan, Canada dan Korea Selatan.
Nampak sekali antusiasme para murid ketika masuk ke dalam ruang gamelan. Jelas saja, ini merupakan kali pertama mereka melihat secara langsung seperangkat gamelan yang nampak berkilauan. Para murid saling berebut menempati masing-masing instrumen yang akan mereka mainkan.
 
Pada kelas gamelan singkat tersebut, pengajar gamelan KBRI Seoul telah menyiapkan 2 partitur lagu untuk diajarkan yaitu Lancaran Manyar Sewu laras Slendro Pathet Manyura dan Lancaran Kebo Giro Laras Pelog Pathet Barang. Kedua lagu tersebut sangat cocok untuk diajarkan kepada murid-murid SD dikarenakan bernuansa ceria dan gembira.
Para murid asik bermain gamelan secara bergantian, sampai tidak sedikit dari mereka yang secara spontan bergoyang-goyang saat bermain gamelan. Merekapun mengungkapkan ekspresi kegembiraannya. "Saya sangat senang dapat bermain alat musik ini (gamelan) sampai tidak terasa waktu berjalan sangat cepat hingga kelas gamelan usai," ucap Arslanbek salah seorang murid asal Uzbekistan.
 
Nampaknya mereka masih kurang puas dengan durasi 2 jam yang telah mereka lewati untuk belajar gamelan. Bahkan ada beberapa murid yang enggan pulang dikarenakan masih ingin bermain gamelan. Dengan antusiasme yang sangat tinggi, tidak menutup kemungkinan bahwa kelas gamelan singkat untuk para murid akan dilakukan setiap bulan.
 
KBRI Seoul akan terus memfasilitasi siapapun yang ingin belajar gamelan. Dengan adanya kelas gamelan singkat yang diberikan KBRI kepada sekolah-sekolah yang ada di Korsel diharapkan dapat menjadi salah satu upaya promosi budaya Indonesia di Negeri Ginseng.
 
Untuk adik-adik cintailah selalu budaya negeri kita dan lestarikan lah. Semoga bermanfaat.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMANTAU PERKEMBANGAN PEMBERANGKATAN KE KOREA

Dari ulasan yang saya dapat di  calontkikorea akhir-akhir ini banyak sekali slc turun, akhir tahun kemarin beberapa orang dapat slc, sudah PAP tetapi belum juga berangkat terbang ke Korea. Karena sudah 3 bulan lebih belum dapat panggilan terbang dari pihak bnp2tki serta tidak ada kejelasan dari sana, seakan-akan ngambang gitu saja, padahal uang sudah keluar utnuk biaya PAP tersebut. Lalu setelah mencari informasi sana-sini ada informasi cara memantau perkembangan pemberangkatan tki ke Korea lewat situs korea http://eps.go.kr/ disitus itu kita bisa tahu perkembangan bagi calon tki yang sudah lulus tes EPS klt mulai dari data-data kelulusan, sending, slc, ccvi, dan jadwal masuk ke Korea semua lengkap. Caranya gampang tinggal masuk aja ke http://eps.go.kr/ (browsernya pakai internet explorer gan, karena kemarin memakai browser lain tidak bisa!) Kalau sudah masuk maka tampil seperti gambar di atas, lalu klik yang sudah di lingkari merah (mother tongue service) terus pil...

Gaji Meningkat Tahun 2018 di Korea Selatan.

Surabmi.com , bekerja di Korea Selatan merupakan impian banyak warga Indonesia untuk memperbaiki perekononiam mereka, pasalnya dari semua negara penempatan TKI, Korealah yang menawarkan gaji tinggi. Setiap tahun di Korea Selatan selalu ada kenaikan gaji, namun di tahun 2018 ini rupanya berkah menghampiri TKI dimana kenaikan gaji sangat signifikan dari 1,352,230 won menjadi 1,573,770 won untuk basic atau pokoknya. Untuk gaji perjamnya di Korea Selatan adalah 7,530 won = Rp. 94.628 dengan kerja pokok 8 jam perhari 60,240 won = Rp. 757.027. Sedangkan upah lembur perjamnya mencapai 11,295 won = Rp. 141.942.   Jika seorang TKI bekerja 2 Shiff atau 12 jam sehari dengan karyawan lebih dari 5 orang maka setiap TKI berhak mengantongi perbulannya 3,100,000 won = Rp. 38.957.274, itu belum kalau rupiah melemah, bisa mencapai 40 juta. Penghasilan ini tentu melebih gaji para PNS yang duduk di Kementerian dengan jabatan eselon 1 yang hanya kis...

MENGENAL BNI CABANG SEOUL, BANK INDONESIA PERTAMA DI KOREA SELATAN

Selamat pagi, selamat berakhir pekan bersama keluarga dan sanak family. Berita yang menyenangkan untuk teman-teman TKI karena tidak banyak yang tahu jika Bank Negara Indonesia (BNI) memiliki beberapa cabang di luar negeri, salah satunya Korea Selatan. Apalagi, BNI merupakan bank Indonesia satu-satunya yang membuka cabang di Seoul.   ( kumparan.com ) berkesempatan mengunjungi kantor BNI cabang Seoul di Wise Building, Namdaemun. Kantor yang terletak di lantai 8 ini cukup mudah ditemui. Papan tulisan 인도네시아 느가라 은행 (nama BNI dalam bahasa Korea) beserta dengan logo khasnya terpampang jelas.   General Manager BNI Seoul, Andi Aryadi, menerima kumparan dengan ramah. Ia pun bercerita panjang lebar bagaimana awalnya BNI cabang Seoul dapat dibuka, layanan yang mereka berikan kepada masyarakat Indonesia di Seoul, serta program-program yang khusus BNI berikan kepada para TKI di sana. Ada satu program menarik dari BNI cabang Seoul untuk para TKI di Korea Selatan, yaitu ...